Halo sahabat Enschede!

Kali ini, kami ingin membagi hasil dokumentasi kompetisi GroensCup yg diikuti oleh kontingen PPI Enschede pada akhir bulan April kemarin. GroensCup sendiri adalah kompetisi olah raga tahunan yang diselenggarakan oleh PPI Groningen. Pesertanya pun ga tanggung-tanggung, ga hanya PPI di wilayah Belanda, perwakilan dari PPI Jerman seperti PPI Bonn dan PPI Bremen, juga PPI Prancis mengirimkan wakilnya di turnamen bergengsi ini.

Ada banyak cabang yang diperlombakan dalam kompetisi ini, di antaranya badminton, futsal, tenis meja, basket, voli, FIFA (PlayStation 4), dan capsa. Pada kompetisi kali ini, PPI Enschede mengirimkan kontingennya untuk cabang badminton, FIFA, dan capsa.

pak dwi in action

Untuk cabang badminton, PPI Enschede mengirimkan wakil terbaiknya. Mereka yang rutin berlatih setiap minggu konsisten menyumbangkan medali untuk PPI Enschede melalui beberapa kompetisi olahraga yang diselenggarakan oleh PPI di wilayah Belanda. Berikut adalah peserta badminton yang mewakili PPI Enschede dalam GroensCup XVI:
1. Dwi Mandaris dan Wan Redha (ganda putra semipro)
2. Girindra Wardhana dan Charles Hariyadi (ganda bebas)
3. Sunu Widianto dan Nazrul Fazli (ganda bebas)
4. Wan Redha (tunggal putra)

Hasil yang dicapai pun memuaskan! Pasangan ganda Sunu Widianto dan Nazrul Fazli mampu menyabet medali emas untuk cabang badminton ganda bebas. Sementara langkah peserta yg lain harus terhenti di tahap perempat final, which is pretty awesome, mereka juga masuk dalam 8 terbaik sebelum gugur.

FIFA

Di cabang FIFA, PPI Enschede diwakili oleh 4 orang jagoan FIFA Enschede, yaitu Dwi Mandaris dan putranya, Aryaveda, lalu juara PES Enschede, Dwi Luthfi Prakoso, dan juga pemain PES/FIFA kawakan, Dzulqarnain. Tetapi, sungguh sayang ternyata kontingen lain lebih menggilai game ini daripada kontingen kami, haha… Jagoan FIFA Enschede, Dwi Mandaris dan Aryaveda harus gugur dalam babak penyisihan awal. Begitu pula dengan sang juara PES, Dwi Luthfi harus pulang cepat akibat kekalahan 0-1. Luthfi berdalih bahwa ada perbedaan antara PES dan FIFA. Berbeda dengan rekan-rekannya, Dzulqarnain masuk hingga babak perempat final, tetapi memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan karena kompetisi akan dilanjutkan pada hari berikutnya sehingga Dzul kalah WO.

Capsa warrior

Untuk cabang capsa, PPI Enschede mengirim Girindra (baru mengenal capsa dan ingin coba main), Adrita Bima (pemain capsa yang mengandalkan hoki) juga Riswan S (atlet kartu bridge yang banting setir ke capsa). Malang sekali, hasil drawing mempertemukan Girindra dan Riswan dalam babak penyisihan awal sehingga mereka harus saling sikut. Kepiawaian Riswan berhasil mengungguli lawan-lawannya sehingga ia melaju ke babak selanjutnya. Di meja lain, Bima bertarung begitu sengit terjadi dan dia dipaksa mengakui keunggulan lawan setelah kalah tipis dengan perbedaan 1 poin. Sebagai satu-satunya perwakilan yang tersisa, Riswan tak goyah dan terus melaju. Babak 16 besar ia lewati dengan susah payah, sampai akhirnya dipaksa menyerah pada babak 8 besar oleh peserta lain yang ternyata memiliki hoki dan strategi lebih baik.

Sebelum pulang, kami kontingen Enschede beserta supporter singgah ke restoran spare ribs yang terkenal akan rasa dan porsinya yang luar biasa (dan halal bro!). Walau hanya memperoleh 1 medali, pengalaman yang didapatkan tentu menjadi sesuatu yang berkesan bagi peserta dan supporter. Sampai jumpa di GroensCup berikutnya dan kompetisi olahraga lainnya!

*untuk dokumentasi lengkap kompetisi GroensCup XVI, silahkan klik tautan berikut:
https://www.facebook.com/groenscup/


Author,
Novyantho Nur Ihrom Mathori

Dokumentasi resmi groenscup