Liputan Indonesian Evening 2016

PPI Enschede kembali menggelar Indonesian Evening (14/12), acara tahunan yang mengusung budaya Indonesia. Kali ini, tema yang diangkat adalah “A Journey Through the Time”. Acara yang sudah diadakan sejak tahun 2011 ini, diadakan di Atrium Bastille, University of Twente.

Indonesian Evening bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia pada masyarakat Belanda, khususnya mahasiswa. Acara ini dimeriahkan oleh tarian dan musik tradisional yang dibawakan mahasiswa Indonesia. Tidak lupa, penampilan khusus dari BandIDS, Band Indonesia Enschede yang membawakan lagu tradisional dengan aransemen modern. Yang menarik, diadakan fashion show baju tradisional dengan model mahasiswa dari berbagai negara. Eric dari China, mengatakan sangat menikmati berpartisipasi di acara tersebut. “Awesome!” katanya.

Bukan acara Indonesia kalau tidak ada food festival. Setelah menikmati pertunjukan budaya, pengunjung bisa menikmati makanan Indonesia seperti tongseng, nasi rames, dan cemilan khas. Okky Freza, selaku ketua Indonesian Evening 2016, mengatakan acara malam itu di luar ekspektasi karena pengunjung membludak. “Kerja keras kru cukup terbayar.” Ungkapnya.

Deden Noor Rahman yang malam itu menjadi MC, merasa senang karena keseluruhan acara berjalan dengan baik. “Meski ada satu dua kesalahan teknis, tapi semua berjalan baik.”

Senada, Pratama Adieputra, ketua PPI Enschede, mengatakan cukup puas dengan antusiasme pengunjung terhadap Indonesian Evening. “Tahun ini walaupun banyak masalah selama proses, antusiasme tetap tinggi dan berjalan dengan baik.” Dirinya berharap, tahun depan bisa lebih mudah mendapatkan perijinan dari pihak universitas.

Photo (Hana Krisviana – PPI Enschede)
Mahasiswa dari berbagai negara mengenakan pakaian adat dari beragam daerah di Indonesia.

BandIDs, Band yang beranggotakan mahasiswa – mahasiswa Indonesia di Enschede yang juga menjadi salah satu pengisi acara di Indonesian Evening 2016

Tak hanya dihadiri oleh warga Indonesia, cukup banyak pula mahasiswa internasional dan warga Belanda yang hadir, tampak beberapa warga lokal mengantre untuk mendapatkan makanan-makanan khas Indonesia.

 

Ditulis oleh : Hana K Sastrosupadmo – Infokom PPI Enschede