Indonesian Food Festival. Mungkin acara ini tidak asing lagi didengar oleh para pelajar indonesia seantero Enschede dan wilayah disekitarnya. Yup, acara yang rutin diadakan setiap musim semi di Enschede ini menjajakan keberagaman kuliner dari seluruh peunjuru kota di Indonesia. Di tahun ini, IFF menyusung tema ‘Ocean of taste’, yang menonjolkan atmosfir di lautan yang segar dan sejuk, yang sering kita temui di Indonesia. Tema ini juga melambangkan kekayaan cita rasa masakan indonesia yang bermacam-macam.

Ada berbagai macam masakan Indonesia yang tersedia disini, sepeti Nasi Rames, Gado-gado,Pempek dan lain-lain. Snack dan minuman khas indonesia juga dijual disini, seperti Bakwan, Lumpia, Es pisang ijo dan masih banyak lagi.

IFF 2018 bukan hanya dimeriahkan oleh festival makanan Indonesia saja, tetapi juga penampilan band akustik dan DJ, serta lomba makan mie yang diikuti oleh peseta dari manca negara.

Iringan musik akustik yang merenyuhkan hati dari band akustik D’Gedebudz, menjadi pembuka sekaligus penarik perhatian khalayak ramai di O&O plein, University of Twente. Band akustik ini membawakan beberapa lagu indonesia dan luar negari yang bergenre pop.

Di pertengahan acara, antusiasme penonton memuncak saat kompetisi makan mie dimulai. Para perserta yang berasal dari luar negeri, seperti Belanda, India, Nigeria, dan sebagainya, berbondong-bondong memenuhi area pertandingan yang diadakan 3 ronde ini. Alhasil, kompetisi ini suskses meramaikan acara IFF 2018 yang diadakan Selasa kemarin(8/5).

Dan yang terakhir, Alunan lo-fi dan upbeat musik yang dimainkan oleh DJ Raggil Suliza menutup acara ini dengan sangat apik. Tidak hanya itu, Flashmob Maumere yang dipimpin oleh Nino juga menjadi penghibur di sore itu.

IFF tahun kali ini berjalan dengan sukses dan menyenangkan, walaupun cuaca yang sangat terik dan berangin. Jangan lupa untuk mengikuti IFF tahun depan ya! see you there!