“Belajar” bersama Keluarga Besar PPI Enschede
October 10, 2017


Tiba di Enschede

Februari 2016 adalah awal mula tinggal di sebuah Kota di Belanda yang berbatasan dengan Jerman, Enschede namanya. Sambutan hangat datang di tengah dinginnya suhu saat tiba di Stasiun Enschede untuk pertama kali. Hari demi hari dilalui, hingga berbulan-bulan lamanya dan nuansa kebersamaan dan kekeluargaan itu kian terasa.

Masih lekat di ingatan acara penyambutan dan pengenalan kegiatan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Enschede yang kemudian dilengkapi dengan Acara Lapor Diri menghadirkan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag (Gambar 1). Di awal kedatangan dan bulan pertama, beberapa teman mulai sibuk berburu sepeda sebagai salah satu sarana transportasi utama tinggal di Belanda. Sedangkan, sebut saja namaku Fulan; belum begitu tertarik memiliki sepeda. Hal ini dikarenakan jarak dari tempat tinggal menuju ke kampus tidak begitu jauh dan dapat ditempuh dengan jalan kaki.

Gambar 1. Acara Lapor Diri Intake Februari 2016

Hingga tiba waktunya, ada seorang kawan yang hendak pulang ke Indonesia dan menjual beranekaragam dari baju hangat hingga sepeda. Akhirnya, fulan memutuskan mengambil secara borongan alias beli sepeda dengan mendapatkan bonus yang banyak (dari mulai  bumbu dapur hingga berbagai kelengkapan lainnya). Tetapi, sepeda itu tidak bertahan lama karena jarang digunakan hingga akhirnya fulan jual ke yang lebih membutuhkan.

Komunitas dan Kekeluargaan di Enschede

Memori mengenai sepeda, kalah seru dengan serunya kenangan menghadiri berbagai acara yang diadakan oleh PPI Enschede, IMEA (Indonesian Muslims in Enschede Association), maupun oleh keluarga Indonesia di Enschede. Keseruan itu sempat fulan abadikan dalam rangkaian video dan diunggah di youtubehttps://goo.gl/pqtYk9

Merayakan lebaran atau hari raya Idul Fitri pertama kali di kampung sengkede (baca: Enschede) merupakan suasana yang belum dibayangkan sebelumnya. Bertemu dengan teman-teman Indonesia hingga muslim dari berbagai negara yang tinggal di Enschede. Nuansa takbir itu direkam dalam sebuah video yang dapat disaksikan pada daftar video youtube di atas. Terbayang dan terlempar pada rindu akan suasana lebaran di Indonesia bersama keluarga tercinta. Foto bersama dan kumpul keluarga besar PPI Enschede dapat dilihat di tengah silaturahmi dan open house yang digelar oleh beberapa keluarga Indonesia di Enschede.

Satu hal yang dilewatkan oleh Fulan ialah acara yang digelar oleh PPIE dan IMEA yaitu Halal Bihalal, sebuah acara makan dan kumpul bersama seluruh warga Indonesia yang ada di Enschede. Saat itu, kebetulan fulan sedang mengikuti summer school sehingga tidak dapat menghadiri. Akan tetapi, permintaan untuk mengedit video keseruan acara tersebut tetap membawa kegembiraan tersendiri bagi fulan. Keceriaan anak-anak, kebersamaan dalam mempersiapkan sajian makanan dan minuman, hingga kegiatan utama yaitu makan bersama…Seruuuu dan Kece abis.

Kenangan lainnya ialah acara syukuran makan dari yang merayakan tanggal kelahiran putra-putri dari keluarga Indonesia yang ada di Enschede, hingga acara temu pisah dengan beberapa teman yang sudah selesai studinya. Satu persatu, teman-teman bachelor dan master intake Februari 2016 telah kembali ke Indonesia. Sukses teman-teman untuk langkah selanjutnya dan pengabdiannya bagi tanah air tercinta, Indonesia.

Untuk melepas rindu terhadap Indonesia maka di dalam beberapa perayaan, seperti hari kemerdekaan atau hari batik nasional secara serempak menggunakan batik dan foto bersama dan tersebar dari yang foto di depan tulisan University of Twente, depan kampus Fakultas ITC, dan dan Saxion University. Kegiatan lainnya yang acapkali diikuti oleh teman-teman ialah bertandang ke Kota Lain untuk mengikuti dan bertanding dalam kompetisi olahraga yang diselenggarakan PPI Kota di Belanda (Gambar 2), kemudian fulan juga pernah beberapa kali mengikuti perjalanan The BandIDS baik saat tampil di acara KBRI maupun kompetisi band/musik yang diselenggarakan PPI Kota di Belanda.

Gambar 2. Pejuang Hatta Cup dari PPI Enschede

Dari kita, untuk kita, oleh kita

Masih ingatkah paragraf di atas bahwa “bersepeda adalah pilihan utama dalam transportasi?”

Hmmm..ternyata bersepeda alias gowes juga sarana kumpul dan mengeratkan tali silaturahmi warga Indonesia di Enschede. Saat itu kegiatan yang digagas oleh teman-teman Enschede Gowes Club, sekitar 60 orang bersepeda ramai-ramai ke Danau Het Rutbeek pada tanggal 26 Agustus 2016: piknik, bersepeda dan silahkan berenang.

Komunitas di Enschede cukup bervariasi dari bidang kesenian, olahraga hingga diskusi. Sebagai seorang mahasiswa yang tentunya memiliki kewajiban untuk belajar, ternyata tetap memerlukan sudut lain dari “belajar”. Aktualisasi diri untuk belajar dari lingkungan sekitar, belajar menghidupkan kebersamaan dan meluangkan waktunya di sela-sela rutinitas kampus: menghimpun diri dalam wadah PPI Enschede. Kadang di kegiatan tertentu dapat kumpul cukup banyak orang, tapi sering pula hanya sekitar puluhan orang. Meskipun, menurut basisdata terkini jumlah anggota PPIE mencapai 140an orang dan masih memungkinkan lebih karena beberapa yang belum mendaftarkan dirinya di basisdata.ppienschede.org. Kegiatan utama yang cukup ramai diikuti dan didatangi warga, bahkan membuat makin rindu Indonesia ialah Indonesian Food Festival dan Indonesian Evening. Sebentar lagi di akhir bulan November akan hadir Indonesian Evening 2017 dengan tema “Heritage van Indonesia”.

Kembali ke memori pada bulan Desember 2016, dibukalah peluang untuk anggota PPIE yang berkenan meluangkan waktu untuk menghidupkan perhimpunan atau persatuan pelajar tersebut. Hingga akhirnya, fulan pun turut serta dalam meramaikan kehidupan demokrasi dan organisasi ala pelajar/mahasiswa di kampung sengkede (Gambar 3).

Gambar 3. Kumpul Seru Sertijab PPI Enschede 2016

Kini, telah tiba di tahun 2017 hampir genap pula nanti 2 bulan ke depan masa kepengurusan PPIE 2016/2017. Telah tiba saatnya pergantian kepengurusan ditandai dengan kehadiran Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPIE 2017. Tim KPU PPIE 2017 (Gambar 4) sedang menggodok mekanisme aturan bagi pencalonan Ketua dan Presidium PPI Enschede periode 2017/2018.

Gambar 4. Tim KPU PPIE 2017

Bagi teman-teman yang masih aktif sebagai anggota PPIE setahun ke depan; berkenan untuk meluangkan waktunya dan mengaktualisasikan diri bagi warga PPIE. Nantikan segera dan daftarlah menjadi Pengurus PPI Enschede periode 2017/2018. PPI Enschede semakin kece dan hidup karena upaya dari kita, untuk kita, dan oleh kita.

Satu hal yang pasti bahwa tiap diri kita memiliki kisah perjalanan masing-masing (yang langsung ataupun tidak langsung, akan menjadi bagian dari rangkaian perjalanan hidup komunitas dan warga dalam wadah Keluarga Besar PPI Enschede). Dimulai dari semangat belajar bersama di perkuliahan, bergaul dan adaptasi dengan teman-teman Indonesia dan Internasional hingga kesempatan untuk “belajar” dari lingkungan sekitar.

 

Fulan (/app)
Enschede, 10 Oktober 2017

infokomAuthor